Sunday, 27 May 2012

Istimewa Dhuha

Solat merupakan kunci diterima atau ditolaknya keseluruhan ibadah yang telah dilakukan seorang mukmin. Dalam sebuah hadith diterangkan bahawa yang pertama dihisap oleh Allah s.w.t dari amal seorang hamba pda hari kiamat adalah solatnya.Jika solatnya baik, maka baiklah seluruh amalannya. Jika solatnya rosak, maka seluruh amalanya akan turut rosak. Salah satu cara menyempurnakan solat wajib adalah dengan melaksanakan solat sunat.


Tentu saja, Rasulullah Saw tidak akan mengistimewakan solat Dhuha tanpa alasan. Berikut beberapa fadhilat atau keutamaan solat Dhuha yang menjadikannya begitu istimewa di mata Rasulullah saw.







Pertama, solat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah Swt atas nikmat sihat bugarnya setiap sendi dalam tubuh kita. Menurut Rasulullah saw, setiap sendi dalam tubuh kita yang jumlahnya 360 ruas setiap harinya harus diberi sedekah sebagai makannanya.


“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah Saw., siapa yang sanggup melakukannya?” Rasulullah Saw. menjelaskan, “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat Dhuha dua rakaat dapat menggantikannya.” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)



Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah Swt. sepanjang hari yang akan dilalui, entah berupa nikmat fisik maupun materi. Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.’” (H.R. Al-Hakim dan At-Tabrani)



Lebih dari itu, momen shalat Dhuha merupakan saat kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Di sinilah ruang kita menanam optimisme hidup. Kita tidak sendiri menjalani hidup ini. Ada Sang Maharahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.



Ketiga, shalat Dhuha sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi Saw. dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)



Keempat, bagi orang yang merutinkan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah Saw. bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama Bab Adh-Dhuha (Pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada yang akan memanggil, ‘Dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.’” (H.R. At-Tabrani)



Kelima, pahala shalat Dhuha setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. “Dari Abu Umamah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.’” (Shahih Al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa, “Nabi Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang mengerjakan shalat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.’” (Shahih Al-Jami: 6346)



Keenam, tercukupinya kebutuhan hidup. Orang yang gemar melaksanakan solat Dhuha ikhlas karena Allah akan tercukupi rezekinya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw. dalam hadits qudsi dari Abu Darda. Firman-Nya, “Wahai Anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)



Ketujuh, memperoleh ghanimah (keuntungan) yang besar. Dikisahkan, Rasulullah mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Atas kehendak Allah, peperangan pun dimenangkan dan pasukan tersebut mendapat harta rampasan yang berlimpah. Orang-orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan yang dimenangkan dan banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya memperoleh kemenangan dan harta rampasan yang banyak yaitu shalat Dhuha.


Dari Abdullah bin Amr bin Ash, ia berkata , Rasullullah saw mengirim pasukan perang. Lalu pasukan itu mendapat harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun ramai memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan dan cepat kembali mereka. Maka Rasulullah saw bersabda, maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang cepat daripada selesai perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasan, dan cepatnya kembali dari medan perang? yaitu orang yang berwudu' kemudian menuju masjid untuk mengerjakan solat sunat dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasan dan lebih cepat kembalinya. (H.R Ahmad) 


Menilik banyaknya fadhilat di atas, cukup beralasan kiranya bila Nabi Saw menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri melaksanakan solat Dhuha. Dengan mengetahui fadhilat-fadhilat tersebut, diharapkan kita lebih bermotivasi untuk beristiqamah melaksanakan solat Dhuha agar tercapai tujuan bahagia dunia dan akhirat. Amin. Sumber: majalahpercikaniman.blogspot.com


No comments:

Post a Comment