Others


Pesan Ibu




Bonda selalu pesan,


Kalau Lili kejar dunia Lili akan jumpa...








Kalau Lili kejar akhirat Lili akan jumpa...









...masih tidak faham











Sehinggalah suatu hari Lili menyertai satu
pertandingan lumba lari.
Barulah Lili faham
Kenapa.?

Kerana,
Dunia berada di hadapan akhirat.






            "Kalau kita kejar akhirat..kita pasti akan dapat dunia..tapi kalau kita kejar dunia
                                                    kita takkan dapat akhirat"
                                                      [Ustaz Ismail Kamus]





Istimewa Dhuha

Solat merupakan kunci diterima atau ditolaknya keseluruhan ibadah yang telah dilakukan seorang mukmin. Dalam sebuah hadith diterangkan bahawa yang pertama dihisap oleh Allah s.w.t dari amal seorang hamba pda hari kiamat adalah solatnya.Jika solatnya baik, maka baiklah seluruh amalannya. Jika solatnya rosak, maka seluruh amalanya akan turut rosak. Salah satu cara menyempurnakan solat wajib adalah dengan melaksanakan solat sunat.


Tentu saja, Rasulullah Saw tidak akan mengistimewakan solat Dhuha tanpa alasan. Berikut beberapa fadhilat atau keutamaan solat Dhuha yang menjadikannya begitu istimewa di mata Rasulullah saw.





Pertama, solat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah Swt atas nikmat sihat bugarnya setiap sendi dalam tubuh kita. Menurut Rasulullah saw, setiap sendi dalam tubuh kita yang jumlahnya 360 ruas setiap harinya harus diberi sedekah sebagai makannanya.

“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah Saw., siapa yang sanggup melakukannya?” Rasulullah Saw. menjelaskan, “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat Dhuha dua rakaat dapat menggantikannya.” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)

Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah Swt. sepanjang hari yang akan dilalui, entah berupa nikmat fisik maupun materi. Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.’” (H.R. Al-Hakim dan At-Tabrani)

Lebih dari itu, momen shalat Dhuha merupakan saat kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Di sinilah ruang kita menanam optimisme hidup. Kita tidak sendiri menjalani hidup ini. Ada Sang Maharahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Ketigashalat Dhuha sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi Saw. dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)


Keempatbagi orang yang merutinkan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah Saw. bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama Bab Adh-Dhuha (Pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada yang akan memanggil, ‘Dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.’” (H.R. At-Tabrani)


Kelimapahala shalat Dhuha setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. “Dari Abu Umamah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.’” (Shahih Al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa, “Nabi Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang mengerjakan shalat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.’” (Shahih Al-Jami: 6346)


Keenamtercukupinya kebutuhan hidup. Orang yang gemar melaksanakan solat Dhuha ikhlas karena Allah akan tercukupi rezekinya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw. dalam hadits qudsi dari Abu Darda. Firman-Nya, “Wahai Anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)


Ketujuhmemperoleh ghanimah (keuntungan) yang besar. Dikisahkan, Rasulullah mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Atas kehendak Allah, peperangan pun dimenangkan dan pasukan tersebut mendapat harta rampasan yang berlimpah. Orang-orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan yang dimenangkan dan banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya memperoleh kemenangan dan harta rampasan yang banyak yaitu shalat Dhuha.



Dari Abdullah bin Amr bin Ash, ia berkata , Rasullullah saw mengirim pasukan perang. Lalu pasukan itu mendapat harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun ramai memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan dan cepat kembali mereka. Maka Rasulullah saw bersabda, maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang cepat daripada selesai perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasan, dan cepatnya kembali dari medan perang? yaitu orang yang berwudu' kemudian menuju masjid untuk mengerjakan solat sunat dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasan dan lebih cepat kembalinya. (H.R Ahmad) 


Menilik banyaknya fadhilat di atas, cukup beralasan kiranya bila Nabi Saw menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri melaksanakan solat Dhuha. Dengan mengetahui fadhilat-fadhilat tersebut, diharapkan kita lebih bermotivasi untuk beristiqamah melaksanakan solat Dhuha agar tercapai tujuan bahagia dunia dan akhirat. Amin. Sumber: majalahpercikaniman.blogspot.com




Kelebihan Rejab

                  Pejam celik pejam celik kita sekarang kita berada dalam bulan Jamadil Akhir..dalam berapa hari je lagi kita akan masuk bulan Rejab..Cakap pasal bulan rejab terdapat banyak keistimewaanya.
               Bagi kebanyakan mereka yang meraikan kedatangan Rejab, bulan ini dirasakan begitu istimewa kerana ia menandakan hampir ketibaan tetamu agung, Ramadan al-Mubarak.






Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku.”


“Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka.”


      KELEBIHAN BULAN REJAB


      Beberapa hadis lagi Rasulullah saw menunjukkan kelebihan bulan rejab:


      1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab, nescaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan    
          di hari Qiamat.


      2. Bulan Rejab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.


      3. Kemuliaan Rejab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya, dan Ramadhan 
          dengan Lailatul-Qadarnya.


      4. Puasa sehari dalam bulan Rejab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus). Puasa dua hari 
          dilipatgandakan pahalanya.


      5. Puasa 3 hari pada bulan Rejab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka 
          (panjangnya setahun perjalanan).


      6. Puasa 7 hari pada bulan Rejab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.


      7. Puasa 16 hari pada bulan Rejab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang 
          yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.


      8. Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran ke atas semua kalam 
         (perkataan).


      9. Puasa sehari dalam bulan Rejab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.


     10. Bulan Rejab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan 
          bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rejab, wajib bagi yang berpuasa itu:


       a. Diampunkan dosa-dosanya yang lalu.


       b. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.


       c. Terlepas daripada dahaga di akhirat.


    11. Puasa pada awal Rejab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.


    12. Siapa bersedekah dalam bulan Rejab, seperti bersedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya pada 
        setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjah, dihapus seribu kejahatan.







Padi VS Lalang


Serupa tapi tak sama.Bagaimana dapat diceritakan perbezaan antara padi dan lalang?
Seperti bak kata pepatah "Ikutla resmi padi,makin berisi makin tunduk", dan janganlah jadi seperti lalang yang tumbuh malata 
namun tidak memberikan faedah kpd persekitaran.=)

Padi umpama kebaikan
Padi umpama kebaikan. Sifat mahmudah atau nilai kebaikan merupakan suatu perkara yang dituntut dalam kehidupan diibaratkan seperti pemuda yang menanam padi di bendang. Tanah digemburkan dengan baik, tanaman lain disingkirkan dan menjaga padi dengan rapi dan baik. Namun apa yang berlaku tidak sekali sama dengan apa yang kita impikan. Padi diharapkan, lalang pula yang tumbuh. Begitu juga dalam kehidupan kita, setiap kebaikan yang kita cuba tanam, dan semai dalam kehidupan sering diganggu oleh anasir buruk yang kita tidak harap akan kewujudannya.

“Sesiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya” (Riwayat Muslim)

Begitu besar ganjaran orang yang melakukan kebaikan, apabila kita menunjukkan kebaikan kepada seseorang, pahala kebaikan tersebut juga kita akan perolehi. Apatah lagi kalau orang itu melakukan kebaikan itu, bertambah lagi pahalanya.

Lalang adalah keburukan

Lalang pula sering menjadi hambatan kepada tumbuh-tumbuhan yang ada disekitarnya. Di dalam cerita ini pemuda ini bermasalah dengan tumbuhnya lalang. Lalang ini tidak dialukan begitulah perumpamaan dengan sifat mazmumah dalam kehidupan kita.

              Lalang-lalang mazmumah ini dapat kita singkirkan dengan mengajak orang di sekitar kita melakukan kebaikan kerana secara fitrah, manusia cenderung kepada kebaikan.

“Sesiapa antara kalian melihat sesuatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (Riwayat al-Bukhari)

           Ketahuilah bahawa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik, jika ia rosak seluruh tubuh akan rosak. Ketahuilah bahawa itulah hati. Ingatlah sifat mahmudah umpama menanam padi perlu kita gembur-gemburkan dan suburkan manakala lalang-lalang mazmumah hendaklah kita singkirkan, jangan sesekali menanam benihnya di dalam hati, kerana jika tidak ditanam sekalipun, benihnya tetap akan tumbuh. Mustahil untuk kita mengelak “lalang-lalang mazmumah” ini dari terus tumbuh tetapi tidak mustahil untuk kita mengurangkannya.










Siapakah Zun Nurain

Gelaran bagi seorang sahabat Rasulullah yang akrab dengan baginda. Dalam kelembutannya ada ketegasan. Kebijaksanaanya dalam ilmu perniagaan tiada tolok bandingan. Kekayaannya melimpah ruah, namun sedikit pun tidak menjadikannya leka dan lalai dalam perjuangan. Keberaniannya demi Islam adalah lambang keteguhan imannya kepada Allah dan Rasul.

                Dirinya cukup mulia sehingga para malaikat juga berasa segan dan malu dengan peribadinya.Atas dasar ini, Rasulullah selalu bersopan dengan kedatangan beliau dengan manjaga cara duduk dan bercakap dengannya. Rasulullah tahu para malaikat juga begitu. Malu dan segan dengannya. Rasulullah mengungkapkan kata-kata ini apabila ditanya oleh isterinya Saidatina Aisyah r.ha. tentang diri sahabat yang agung ini.

"Apakah tidak wajar aku segan dan malu kepada seorang yang malaikat sendiri pun segan dan malu kepadanya?"

Keistimewaannya bukan sekadar itu, bahkan beliau digelar Zun Nurain (yg memiliki dua cahaya) lantaran dua puteri Rasulullah menjadi penyeri hidupnya. Perkahwinan pertamanya dengan Ruqaiyah binti Muhammad tidak berpanjangan. Ruqaiyah r.ha meninggal semasa Perang Badar berlaku.

Kesedihannya tidak berlangsung lama. Allah memuliakanya dengan menurunkan wahyu kepada Rasulullah untuk mengahwinkannya dengan Ummu Kalthum binti Muhammad.

Tanpa berbasa-basi, Rasulullah dengan gembira mengahwinkannya dengan Ummu Kalthum r.ha.
Selepas kematian Ummu Kalthum, Rasulullah pernah memberitahu para sahabat yang lain iaitu Baginda akan mengahwinkan kepada sahabatnya ini puterinya seandainya masih memiliki lagi anak perempuan.

             Itulah Uthman bin Affan bin Abu Al-'As bin Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf r.a. Menjadi Khalifah Islam pada tahun 644 hingga 655 Masihi selama 12 tahun. Antara sepuluh orang sahabat yang dijamin syurga oleh Allah. Satu-satunya manusia yang mengahwiini dua puteri Nabi Allah.

Rasulullah bersabda: "Aku tidak kahwinkan Uthman dengan Ummi Kalthum, melainkan dengan sebab arahan wahyu dari langit."

Sabda Rasulullah yang lain: "Kahwinkanlah Uthman, sekiranya aku masih memiliki puteri yang ketiga, pasti aku kahwinkannya dengan Uthman, kerana aku tidak kahwinkannya dahulu, melainkan dengan sabab wahyu daripada Allah."

Sumber: Majalah Q&A